Tampilkan postingan dengan label RISALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RISALAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

Pelajaran Tentang Doa

                                                        
                                                     Pelajaran Tentang Doa

            
   "Sangatlah dungu orang yang menginginkan terjadinya sesuatu yang tidak dikehendaki Allah pada suatu waktu."

               Kita sering keliru menyikapi pengabulan atas doa. Ini disebabkan kita tidak menakar kedudukan kita di sisi Allah, tapi malah menakar Allah di sisi kita.

              Allah menyapa kita dengan terang melalui asma terindah-Nya. Sayangnya kita tidak menghiraukan sapaan-Nya dan lebih memperhatikan permintaan kita kepada-Nya.

               Kehadirannya yang nyata terhijab oleh khayalan kita semua. Padahal apa yang kita inginkan senantiasa dikabulkan menurut kadar-Nya, bukan menurut kadar kita. Sesuai dengan kehendaknya, bukan sesuai dengan kemauan kita.

               Berserahlah pada keputusan-Nya. Tundukan keinginanmu pada kehendak-Nya. Engkau terpilih, engkau tak akan tersisih.
                                                                                                        *Dari Buku Al-Hikam

Kamis, 16 Oktober 2014

Bismillah

Image source: www.madaniwallpapper.com

Bismillah

         Bismillah adalah awal segala kebaikan.  Karena itu, kita memulai dengannya. Wahai jiwa, ketahuilah bahwa disamping sebagai syiar Islam, kalimat yang baik dan penuh berkah ini merupakan zikir seluruh entitas lewat lisanul hal (keadaan) mereka. Jika engkau ingin mengetahui sejauh mana kekuatan bismillah serta sejauh mana keberkahan yang terdapat padanya, perhatikan perumpamaan berikut.

Seorang badui yang hidup nomaden dan menggembara di padang pasir harus memiliki afiliasi dengan pemimpin kabilah dan harus berada dalam perlindungannya agar selamat dari gangguan orang-orang jahat, agar bisa menunaikan pekerjaannya, agar bisa mendapatkan berbagai kebutuhannya. Jika tidak ia akan merana sendirian dalam kondisi cemas dan gelisah menghadapi banyak musuh dan kebutuhan yang tak terhingga. 

Pengembaraan yang sama dilakukan oleh dua orang; yang satu rendah hati, yang satu sombong. Orang yang rendah hati menisbatkan diri kepada penguasa, sementara yang sombong menolak untuk menisbatkan diri padanya. Keduanya berjalan di padang pasir tersebut. Ketika orang yang menisbatkan diri pada penguasa itu berkelana dengan aman di setiap tempat. Jika bertemu perompak jalanan, ia berkata, “Aku berjalan atas nama penguasa”. Mendengar itu, perompak tadi membiarkannya pergi. Jika dia masuk kedalam kemah, ia disambut dengan hormat berkat nama penguasa yang disandangnya.

Adapun orang yang sombong, ia menjumpai berbagai cobaan dan musibah yang tak terkira. Pasalnya sepanjang perjalanan ia terus berada dalam ketakutan dan kecemasan. Ia selalu meminta dikasihani hingga membuat dirinya terhina.

Karena itu, wahai diri yang sombong. Ketahuilah! Engkau bagai pengembara badui diatas. Dunia yang luas ini adalah padang pasir dan kebutuhanmu tak akan pernah habis. Jika demikian keadaannya, sandanglah nama Pemilik Hakiki dan Penguasa Abadi dari padang pasir ini agar engkau selamat dari meminta-minta pada mahluk serta dari rasa cemas dalam menghadapi berbagai peristiwa.


                                                                                               Risalah  Nur, Bediuzzaman Said Nursi.