Segala sesuatu yang dilakukan dengan terlebih dahulu
mempersiapkannya akan membuahkan hasil yang lebih baik. Mungkin bagi
beberapa orang, mereka mampu memperoleh hasil yang sama baiknya mana kala
mereka melakukannya dengan persiapan terlebih dahulu maupun tanpa
persiapan, atau spontanitas. Tentunya orang yang mampu melakukan sesuatu secara
spontanitas dan memperoleh hsil yang baik sudh pasti dia adalah orang yang
mahir dalam hal tersebut.
Seseorang
dikatakan mahir manakala dia mampu melakukan suatu hal secara berulang-ulang
dengan baik, artinya seseorang yang mahir sudah tentu jauh-jauh hari sebelum
melakukan dia sudah banyak berlatih. Apabila ada seseorang yang sama sekali
tidak pernah latihan namun secara spontanitas dia mampu melakukan hal tersebut
dengan sangat baik, hal ini hanyalah sebuah kebetulan, artinya dia hanya
kebetulan bisa melakukan hal tersebut dengan baik saat itu namun belum tentu
jika dilakukan lagi akan sama baiknya.
Kalautoh itu
bukan kebetulan, bahwa orang tersebut bisa melakukan suatu hal secara
spontanitas dengan hasil yang baik, dan bisa melakukannya berulang-ulang dengan
hasil yang baik pula, maka memang dia mempunyai bakat bawaan. Namun,
seseorang dengan kemampuan tersebut jumlahnya adalah sedikit, umumnya seseorang
harus melalui proses berlatih sebelum akhirnya dia mahir. Meski demikian,
seseorang yang sudah mahir secara bawaan, tetap saja akan bisa melakukan
kemahirannya secara lebih sempurna manakala dia mempersiapkan hal tersebut
sebelum melakukannya, meski hanya sebentar. Jadi kesimpulannya bahwa persiapan
akan mempengaruhi hasil seorang dalam melakukan suatu hal.
Seperti halnya
dalam berolahraga, kita melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelumnya seperti
stretching, lari-lari kecil atau sekadar menggerak-gerakan tangan dan kepala.
Pemanasan ini akan membawa pengaruh baik ketika berloahraga diantaranya
memperkecil terjadinya cedera. Dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu,
tubuh akan lebih leluasa bergerak, karena sendi-sendi yang tadinya kaku sudah
terlebih dahulu diregangkan saat pemanasan. Begitupun detak jantung dan ritme
pernapasan akan lebih terkontrol karena sudah terkondisikan. Badan menjadi
tidak cepat capek, dan olahragapun menjadi lebih maksimal dengan pemanasan.
Selesai
berolahraga pun demikian, badan tidak bisa tiba-tiba langsung rileks setelah
berolahraga sehingga diperlukan pendinginan, atau olahraga kecil sebelum
akhirnya badan beristirahat atau kembali pada kondisi normal. Otot-otot tubuh
menegang saat melakukan olahraga, dan mengalami fatigue atau lelah otot.
Pendinginan akan menghindarkan terjadinya kaku otot atau kram. Dengan
pendinginan, ootot-otot yang tegang secara perlahan akan kembali pada kondisi
rileks.
Begitupun
dalam sholat, sebelum melaksanakan sholat kita dianjurkan untuk mempersiapkan qalbu
kita, karena kita akan menghadap Zat Yang Maha Agung, Allah SWT. Karena kita
tidak hanya dituntut untuk mengerjakan sholat, melainkan mendirikan sholat.
Tidak hanya mengerjakan, mendirikan sholat berarti kita dituntut untuk hadir
dalam sholat kita, khusyu, fokus dan benar-benar menjiwai sholat kita. Sehingga
sholat yang kita lakukan akan membawa transformasi kebaikan pada diri kita
dalam kehidupan sehari-hari.
Mendirikan
sholat berarti kita membawa esensi jiwa sholat dalam setiap perilaku,
bahwasanya kita senantiasa diawasi oleh-Nya dan dimanapun serta apapun yang
kita lakukan tak akan luput dari pengawasannya. Sholat yang khusyu’ berarti
kita terhindar dari memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi. Pertanyaannya
adalah, bagaimana mungkin kita melupakan hal-hal yang bersifat duniawi,
sementara kita masih didunia? Oleh sebab itu, pengkondisian qalbu sebelum
melaksanakan sholat menjadi sangat penting.
Ada beberapa
cara unuk mengkondisikan qalbu kita sebelum melaksanakan sholat, diantaranya
dengan menjalankan sholat sunah pada waktu-waktu yang dianjurkan dalam sunah.
Kita juga dianjurkan untuk menyelesaikan hajat kita terlebih dahulu agar ketika
sholat kita tidak terganggu dengan hajat tersebut. Seperti halnya kita
dianjurkan untuk makan terlebih dahulu ketika memang makanan sudah dihidangkan,
dan dilarang menahan buang hajat saat sholat. Dalam hal ini tentunya ketika
kita tahu bahwa waktu sholat masih cukup.
Selain itu
kita bisa melakukan hal-hal yang bisa membuat qlbu kita menjadi lebih tenang
seperti membaca quran dan membaca shalawat atau memperbanyak mengingat Allah.
Tentunya kita harus menyegerakan Sholat ketika waktunya sudah masuk.
Setelah selesai sholat, kita juga disunahkan untuk sholat sunah rowatib
kecuali waktu-waktu tertentu. Demikian halnya dengan berdzikir, dan berdoa.
Dengan
persiapan-persiapan dan pengkondisian qalbu diharapkan sholat kita akan menjadi
lebih khusyu’ sehingga kita tidak sekadar mengerjakan sholat namun mampu
mendirikan, menjiwai sehingga kita tidak hanya sholat saat kita sholat
melainkan kita membawa jiwa sholat dalam perilaku sehari-hari.
Bagaimanapun,
sholat tidak bisa dibandingkan atau dianalogikan dengan hal-hal yang bersifat
duniawi, namun dalam hal ini penulis menekankan bahwa persiapan sebelum
melakukan sesuatu menjadi sangat penting termasuk sholat. Begitupun
sholat sunah berdzikir dan membaca Quran sebelum sholat tujuannya bukan untuk
mempersiapkan sholat melainkan semata-mata beribadah kepada Allah, dalam hal
ini kita bisa mansiasati bagaimana agar sholat kita menjadi khusyu yaitu dengan
hal-hal tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang
dipersiapkan dengan baik akan menjadi lebih baik, lebih terstruktur dan lebih
terukur.
Akhir kata,
mohon maaf atas segala salah kata, semoga bermanfaat. “Subhanaka Allahumma Wa
Bihamdika Asyhaduallaa Ilaaha Illa Allah Waasyhaduanna Muhammadan ‘Abduhu
Warosuuluh”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar