Minggu, 12 Oktober 2014

Persiapan itu Penting


Segala sesuatu yang dilakukan dengan terlebih dahulu mempersiapkannya akan membuahkan  hasil yang lebih baik. Mungkin bagi beberapa orang, mereka mampu memperoleh hasil yang sama baiknya mana kala mereka  melakukannya dengan persiapan terlebih dahulu maupun tanpa persiapan, atau spontanitas. Tentunya orang yang mampu melakukan sesuatu secara spontanitas dan memperoleh hsil yang baik sudh pasti dia adalah orang yang mahir dalam hal tersebut.
Seseorang dikatakan mahir manakala dia mampu melakukan suatu hal secara berulang-ulang dengan baik, artinya seseorang yang mahir sudah tentu jauh-jauh hari sebelum melakukan dia sudah banyak berlatih. Apabila ada seseorang yang sama sekali tidak pernah latihan namun secara spontanitas dia mampu melakukan hal tersebut dengan sangat baik, hal ini hanyalah sebuah kebetulan, artinya dia hanya kebetulan bisa melakukan hal tersebut dengan baik saat itu namun belum tentu jika dilakukan lagi akan sama baiknya.
Kalautoh itu bukan kebetulan, bahwa orang tersebut bisa melakukan suatu hal secara spontanitas dengan hasil yang baik, dan bisa melakukannya berulang-ulang dengan hasil yang baik pula, maka memang dia mempunyai bakat bawaan.  Namun, seseorang dengan kemampuan tersebut jumlahnya adalah sedikit, umumnya seseorang harus melalui proses berlatih sebelum akhirnya dia mahir. Meski demikian, seseorang yang sudah mahir secara bawaan, tetap saja akan bisa melakukan kemahirannya secara lebih sempurna manakala dia mempersiapkan hal tersebut sebelum melakukannya, meski hanya sebentar. Jadi kesimpulannya bahwa persiapan akan mempengaruhi hasil seorang dalam melakukan suatu hal.
Seperti halnya dalam berolahraga, kita melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelumnya seperti stretching, lari-lari kecil atau sekadar menggerak-gerakan tangan dan kepala. Pemanasan ini akan membawa pengaruh baik ketika berloahraga diantaranya memperkecil terjadinya cedera. Dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu, tubuh akan lebih leluasa bergerak, karena sendi-sendi yang tadinya kaku sudah terlebih dahulu diregangkan saat pemanasan. Begitupun detak jantung dan ritme pernapasan akan lebih terkontrol karena sudah terkondisikan. Badan menjadi tidak cepat capek, dan olahragapun menjadi lebih maksimal dengan pemanasan.
Selesai berolahraga pun demikian, badan tidak bisa tiba-tiba langsung rileks setelah berolahraga sehingga diperlukan pendinginan, atau olahraga kecil sebelum akhirnya badan beristirahat atau kembali pada kondisi normal. Otot-otot tubuh menegang saat melakukan olahraga, dan mengalami fatigue atau lelah otot. Pendinginan akan menghindarkan terjadinya kaku otot atau kram. Dengan pendinginan, ootot-otot yang tegang secara perlahan akan kembali pada kondisi rileks.
Begitupun dalam sholat, sebelum melaksanakan sholat kita dianjurkan untuk mempersiapkan qalbu kita, karena kita akan menghadap Zat Yang Maha Agung, Allah SWT. Karena kita tidak hanya dituntut untuk mengerjakan sholat, melainkan mendirikan sholat. Tidak hanya mengerjakan, mendirikan sholat berarti kita dituntut untuk hadir dalam sholat kita, khusyu, fokus dan benar-benar menjiwai sholat kita. Sehingga sholat yang kita lakukan akan membawa transformasi kebaikan pada diri kita dalam kehidupan sehari-hari.
Mendirikan sholat berarti kita membawa esensi jiwa sholat dalam setiap perilaku, bahwasanya kita senantiasa diawasi oleh-Nya dan dimanapun serta apapun yang kita lakukan tak akan luput dari pengawasannya. Sholat yang khusyu’ berarti kita terhindar dari memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi. Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin kita melupakan hal-hal yang bersifat duniawi, sementara kita masih didunia? Oleh sebab itu, pengkondisian qalbu sebelum melaksanakan sholat menjadi sangat penting.
Ada beberapa cara unuk mengkondisikan qalbu kita sebelum melaksanakan sholat, diantaranya dengan menjalankan sholat sunah pada waktu-waktu yang dianjurkan dalam sunah. Kita juga dianjurkan untuk menyelesaikan hajat kita terlebih dahulu agar ketika sholat kita tidak terganggu dengan hajat tersebut. Seperti halnya kita dianjurkan untuk makan terlebih dahulu ketika memang makanan sudah dihidangkan, dan dilarang menahan buang hajat saat sholat. Dalam hal ini tentunya ketika kita tahu bahwa waktu sholat masih cukup.  
Selain itu kita bisa melakukan hal-hal yang bisa membuat qlbu kita menjadi lebih tenang seperti membaca quran dan membaca shalawat atau memperbanyak mengingat Allah. Tentunya kita harus menyegerakan Sholat ketika waktunya sudah  masuk. Setelah selesai sholat,  kita juga disunahkan untuk sholat sunah rowatib kecuali waktu-waktu tertentu. Demikian halnya dengan berdzikir, dan berdoa.
Dengan persiapan-persiapan dan pengkondisian qalbu diharapkan sholat kita akan menjadi  lebih khusyu’ sehingga kita tidak sekadar mengerjakan sholat namun mampu mendirikan, menjiwai sehingga kita tidak hanya sholat saat kita sholat melainkan kita membawa jiwa sholat dalam perilaku sehari-hari.
Bagaimanapun, sholat tidak bisa dibandingkan atau dianalogikan dengan hal-hal yang bersifat duniawi, namun dalam hal ini penulis menekankan bahwa persiapan sebelum melakukan sesuatu menjadi sangat penting termasuk  sholat. Begitupun sholat sunah berdzikir dan membaca Quran sebelum sholat tujuannya bukan untuk mempersiapkan sholat melainkan semata-mata beribadah kepada Allah, dalam hal ini kita bisa mansiasati bagaimana agar sholat kita menjadi khusyu yaitu dengan hal-hal tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik akan menjadi lebih baik, lebih terstruktur dan lebih terukur.
Akhir kata, mohon maaf atas segala salah kata, semoga bermanfaat. “Subhanaka Allahumma Wa Bihamdika Asyhaduallaa Ilaaha Illa Allah Waasyhaduanna Muhammadan ‘Abduhu Warosuuluh”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar