Sabtu, 18 Oktober 2014

Pahala Dunia

Image source: Dok. pribadi

PAHALA DUNIA

 Ibnu Rajab menceritakan bahwa ada seorang hamba yang kehabisan perbekalan sewaktu di Makkah. Dia benar-benar kelaparan, dan hampir mati karena kekurangan gizi. Suatu hari ketika ia berjalan tertatih-tatih di seputar Makkah, dia menemukan seuntai kalung mahal. Dia memasukkan kalung tersebut ke dalam sakunya dan segera pergi ke masjid. Dalam perjalanannya, dia bertemu seorang laki-laki yang bercerita bahwa dia telah kehilangan seuntai kalung. Ketika digambarkan tentang kalung itu, dia  yakin bahwa itu adalah kalungnya. Lalu dia berikan kalungnya tanpa meminta upah. Kemudian dia berkata, “Ya Allah, telah aku serahkan itu kepadamu, maka balaslah aku dengan yang lebih baik."

Kemudian dia pergi ke laut dan memulai perjalanan dengan perahu kecil. Tidak lama kemudian, badai laut dengan angina besar melanda, menghantam perahunya hingga pecah berkeping-keping. Laki-laki itu mencoba bertahan pada sebatang kayu. Tetapi angina besar mengombang-ambingkannya ke kiri dan ke kanan. Hingga akhirnya dia terdampar di sebuah pantai. Di sana dia menemukan sebuah masjid yang dipenuhi dengan orang yang sedang shalat berjamaah, dia pun bergabung. Dia menemukan juga beberapa kertas berisikan ayat-ayat Al-Quran dan dia membacanya. Orang-orang di pulau itu bertanya, Apakan Kau bisa membaca Al-Quran?” dia mengiyakan. Kata mereka, “Ajarilah anak-anak kami membaca Al-Quran.” Dia pun mulai mengajari mereka, dan mendapatkan upah dari pekerjaannya.

Suatu hari mereka melihatnya sedang menulis dan mereka berkata, “Maukah kau juga mengajari anak-anak kami menulis?” Sekali lagi, ia mengiyakan lalu dia pun mendapat upah dari pekerjaannya itu. 

Tak lama kemudian mereka berkata pada orang itu, “Ada seorang gadis yatim yang bapaknya sudah almarhum dan termasuk orang yang saleh, Maukah kau menikah dengannya?” Dia setuju untuk menikahinya. Dia bercerita, “Aku menikah dengannya dan malam pertama pernikahanku, aku melihat dia memakai kalung yang persis dengan yang aku temukan dulu. Aku memintanya untuk menceritakan tentang kalung itu. Katanya, ayahnya kehilangan kalung itu sewaktu di Makkah. Seorang pemuda menemukan dan mengembalikan pada ayahku. Dia pun mengatakan ayahnya senantiasa berdoa agar putrinya dianugerahi pria yang jujur seperti pemuda tadi.

Dia serahkan sesuatu hanya demi Allah, maka Allah membalasnya dengan yang lebih baik. “Sesungguhnya Allah itu baik dan tulus, dan Dia tidak menerima selain yang baik dan tulus”


                                                                                                                            Dikutip dari Aidh Al-Qarni, dari buku Enjoy Aja Lagi, karya Uje

Tidak ada komentar:

Posting Komentar