Image source: www.madaniwallpapper.com
Bismillah
Bismillah
adalah awal segala kebaikan. Karena itu, kita memulai dengannya. Wahai
jiwa, ketahuilah bahwa disamping sebagai syiar Islam, kalimat yang baik dan
penuh berkah ini merupakan zikir seluruh entitas lewat lisanul hal (keadaan) mereka. Jika engkau ingin mengetahui sejauh mana
kekuatan bismillah serta
sejauh mana keberkahan yang terdapat padanya, perhatikan perumpamaan berikut.
Seorang badui yang hidup nomaden dan menggembara di padang pasir
harus memiliki afiliasi dengan pemimpin kabilah dan harus berada dalam
perlindungannya agar selamat dari gangguan orang-orang jahat, agar bisa
menunaikan pekerjaannya, agar bisa mendapatkan berbagai kebutuhannya. Jika
tidak ia akan merana sendirian dalam kondisi cemas dan gelisah menghadapi
banyak musuh dan kebutuhan yang tak terhingga.
Pengembaraan yang sama dilakukan oleh dua orang; yang satu rendah
hati, yang satu sombong. Orang yang rendah hati menisbatkan diri kepada
penguasa, sementara yang sombong menolak untuk menisbatkan diri padanya.
Keduanya berjalan di padang pasir tersebut. Ketika orang yang menisbatkan diri
pada penguasa itu berkelana dengan aman di setiap tempat. Jika bertemu perompak
jalanan, ia berkata, “Aku berjalan atas nama penguasa”. Mendengar itu, perompak
tadi membiarkannya pergi. Jika dia masuk kedalam kemah, ia disambut dengan
hormat berkat nama penguasa yang disandangnya.
Adapun orang yang sombong, ia menjumpai berbagai cobaan dan
musibah yang tak terkira. Pasalnya sepanjang perjalanan ia terus berada dalam
ketakutan dan kecemasan. Ia selalu meminta dikasihani hingga membuat dirinya
terhina.
Karena itu, wahai diri yang sombong. Ketahuilah! Engkau bagai
pengembara badui diatas. Dunia yang luas ini adalah padang pasir dan
kebutuhanmu tak akan pernah habis. Jika demikian keadaannya, sandanglah nama
Pemilik Hakiki dan Penguasa Abadi dari padang pasir ini agar engkau selamat
dari meminta-minta pada mahluk serta dari rasa cemas dalam menghadapi berbagai
peristiwa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar