Minggu, 12 Oktober 2014

Menyikapi Ketidakpastian Dengan Pasti


Ada banyak hal di dunia ini yang sifatnya tidak pasti. Ketidak pastian itu disebabkan karena  kita bukanlah yang menentukan apa-apa yang terjadi, melainkan Dia, Zat yang maha berkehendak, Allah Azza wa Jalla. Kita hanya bisa berencana, berusaha, dan memprediksi, namun kepastian haqiqi ada di tangan-Nya. Oleh sebab itulah kita sebagai manusia diwajibkan, setelah berdoa dan berusaha dengan baik, untuk berserah diri pada-Nya. Dengan demikian, bagi orang yang beriman, tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan karena dia bersandar pada Zat yang maha Agung yang seluruh urusan mahluk berada dalam genggaman-Nya.
Ketika seorang yang beriman telah mengusahakan yang terbaik diiringi dengan do’a, lalu menyandarkan hasil hanya kepada-Nya, maka setelah itu Allah lah yang akan menyelesaikan urusannya, dengan keputusan-Nya, dengan kebijaksanaan takdir-Nya. Karena itu, tiada rasa takut bagi orang yang beriman. Dia tidak khawatir kalau-kalau hasilnya tidak sebanding dengan usahanya, atau tidak seperti yang diharapkan. Karena dia percaya bahwa setiap usaha yang ia lakukan akan mendapat balasan di sisi Tuhan-Nya.
Seorang mukmin sejati percaya bahwa setiap keringat yang menetes atas usahanya, akan berbuah beribu pahala, entah itu di dunia maupun diakhirat nanti. Kalau toh, hasilnya tidak sesuai yang dia harapkan, maka dia tidak bersedih hati, namun berlapang dada karena yakin akan janjinya, bahwa setiap kebaikan akan dibalas kebaikan dari sisi-Nya, entah itu sekarang, besok, lusa, atau mungkin balasan itu akan diterima anak cucunya, atau tercatat sebagai tabungan amal baiknya di alam keabadian, akhirat yang kekal. Bahkan, mukmin yang sejati tidak mengharapkan balasan atas kebaikan yang dia lakukan karena keikhlasannya dalam melakukan segala sesuatu karena Tuhannya, dan menganggap segala kebaikan yang dia kerjakan merupakan bentuk syukur kepada Tuhan-Nya.
Akhirnya, semoga kita senantiasa menjadi insan yang beriman, yakin akan qada dan qadar-Nya, senantiasa melakukan sesuatu dan menyandarkan hasil hanya untuk-Nya dan hanya kepada-Nya. Sehingga kita senantiasa berada di jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Allah SWT  beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang sesat, bukan pula jalan orang-orang yang Allah SWT  murkai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar