Ada banyak hal
di dunia ini yang sifatnya tidak pasti. Ketidak pastian itu disebabkan
karena kita bukanlah yang menentukan apa-apa yang terjadi, melainkan Dia,
Zat yang maha berkehendak, Allah Azza wa Jalla. Kita hanya bisa berencana,
berusaha, dan memprediksi, namun kepastian haqiqi ada di tangan-Nya. Oleh sebab
itulah kita sebagai manusia diwajibkan, setelah berdoa dan berusaha dengan baik,
untuk berserah diri pada-Nya. Dengan demikian, bagi orang yang beriman, tidak
ada masalah yang tak bisa diselesaikan karena dia bersandar pada Zat yang maha
Agung yang seluruh urusan mahluk berada dalam genggaman-Nya.
Ketika seorang
yang beriman telah mengusahakan yang terbaik diiringi dengan do’a, lalu
menyandarkan hasil hanya kepada-Nya, maka setelah itu Allah lah yang akan
menyelesaikan urusannya, dengan keputusan-Nya, dengan kebijaksanaan takdir-Nya.
Karena itu, tiada rasa takut bagi orang yang beriman. Dia tidak khawatir
kalau-kalau hasilnya tidak sebanding dengan usahanya, atau tidak seperti yang
diharapkan. Karena dia percaya bahwa setiap usaha yang ia lakukan akan mendapat
balasan di sisi Tuhan-Nya.
Seorang mukmin
sejati percaya bahwa setiap keringat yang menetes atas usahanya, akan berbuah
beribu pahala, entah itu di dunia maupun diakhirat nanti. Kalau toh, hasilnya
tidak sesuai yang dia harapkan, maka dia tidak bersedih hati, namun berlapang
dada karena yakin akan janjinya, bahwa setiap kebaikan akan dibalas kebaikan
dari sisi-Nya, entah itu sekarang, besok, lusa, atau mungkin balasan itu akan
diterima anak cucunya, atau tercatat sebagai tabungan amal baiknya di alam
keabadian, akhirat yang kekal. Bahkan, mukmin yang sejati tidak mengharapkan
balasan atas kebaikan yang dia lakukan karena keikhlasannya dalam melakukan
segala sesuatu karena Tuhannya, dan menganggap segala kebaikan yang dia
kerjakan merupakan bentuk syukur kepada Tuhan-Nya.
Akhirnya,
semoga kita senantiasa menjadi insan yang beriman, yakin akan qada dan
qadar-Nya, senantiasa melakukan sesuatu dan menyandarkan hasil hanya untuk-Nya
dan hanya kepada-Nya. Sehingga kita senantiasa berada di jalan yang lurus,
yaitu jalan orang-orang yang telah Allah SWT beri nikmat, bukan jalan
orang-orang yang sesat, bukan pula jalan orang-orang yang Allah SWT
murkai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar