Jumat, 13 Februari 2015

Memperbaiki Diri



 Memperbaiki Diri

                Setiap hari saya dibangkitkan dari mati*, tidakkah saya berfikir? Ingat mati hendaknya bukanlah membuat kita malas hidup. Justru sebaliknya membuat kita semangat untuk hidup. Hari ini saya lebih tua satu hari dari hari kemarin. Apa yang sudah saya perbuat?

                Setiap hari saya dibangkitkan dari mati, tidakkah saya berfikir? Adakah hari ini lebih baik dari kemarin, sehingga termasuk orang-orang yang beruntung? Atau termasuk orang-orang yang merugi, yang hari demi hari sama? Atau yang hari ini lebih buruk dari kemarin? Naudzubillah.

                Ibu yang bijak berpesan: "Anakku, boleh kiranya kamu menolak menghadiri undangan pesta nan meriah. Tapi jangan sekali-kali menolak menghadiri undangan takziah."

                Karena di situ kamu diingatkan. Bahwa setiap detik yang kamu lalui haruslah bermakna. Semua yang kamu lakukan hanyalah untuk dirimu, bahkan menolong orang pun sejatinya adalah untuk kebaikanmu di akhirat, akan tetapi bukan hanya itu masalahnya. Waktu hidupmu yang sementara menuntutmu! Ya,menuntutmu untuk memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia.

                Setiap hari saya dibangkitkan dari mati, tidakkah saya berfikir? Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang hari-harinya dilalui dengan perbaikan, serta menjadi pribadi yang bisa memberi sebanyak-banyaknya manfaat bagi sesama.

*dalam suatu riwayat, mati = tidur. Saat tidur Allah menggenggam/ menahan jiwa kita, lalu sebagian ada yang dikembalikan dan ada yang tidak. Orang yang bangun dari tidur, diibaratkan orang yang bangkit dari mati, atau diberi kesempatan hidup satu hari lagi, setiap harinya, tapi kebanyakan manusia tidak berfikir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar