Bahagia itu mudah dan
sederhana. Melihat anak kecil yang lucu, bahagia. Hujan turun, bahagia. Lapar
kemudian makan, bahagia, dll. Seseorang akan mudah bahagia apabila dia melihat
setiap kejadian dalam hidupnya secara utuh, dan dirinya benar-benar hadir dalam
hidupnya. Sebaliknya seseorang akan sulit bahagia apabila yang difikirkan
adalah kekhawatiran-kekhawatiran yang belum jelas, dan khayalan-khayalan
tentang sesuatu yang belum terjadi. "Bagaimana kalau?"
Orang yang mudah bahagia,
baginya selagi masih ada hal-hal kecil yang bisa membuatnya tertawa dia pantang
bersedih. kalau toh tak ada yang bisa membuatnya tertawa, maka dia akan
mencari. Orang yang mudah bahagia selalu bersyukur, bahkan ketika tak ada satu
alasan pun yang membuatnya harus bersyukur, dia akan menciptakan sendiri alasan
untuk bersyukur, "Aku bahagia karena telah diberi kesempatan untuk melihat
dunia ini."
Sebaliknya, orang
yang sulit bahagia, dia cenderung untuk menyesali, bahkan ketika banyak sekali
nikmat yang seharusnya membuatnya bersyukur, dia akan mengeluh karena suatu hal
kecil yang sebenarnya tak sebanding dengan nikmat yang diterimanya. Bahkan
ketika tak ada satupun alasan yang pantas untuk dirinya mengeluh, dia akan
membuat-buat alasan itu sendiri. Bahkan ia bisa menyesali "Mengapa saya
dilahirkan."
Bahagia itu
sebenarnya adalah niat. Ya, niat! Seseorang akan mudah bahagia apabila niatnya
adalah untuk bahagia. Anda juga demikian, membaca tulisan ini apabila niat awal
anda bahagia, maka anda akan bahagia ketika menemukan kata-kata yang lucu
misalnya, atau bahkan ketika tak ada satu kalimat pun yang membuat Anda
tertawa, Anda akan tetap bahagia dengan cara Anda sendiri.
Jadi
kesimpulannya adalah, "Bahagia itu keputusan Anda!". Putuskan,
"Saya mau berbahagia, apapun yang terjadi, titik!". Maka selamat!
Hidup Anda bahagia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar