Jiwa Perindu
Manusia
adalah jiwa-jiwa perindu. Dia merindukan teman-temannya, dia merindukan
sahabatnya, dia merindukan keluarganya, dia merindukan bapak-ibunya.
Bagaimana
mungkin dia tidak Merindukan Tuhannya, Dzat yang menghembuskan nafas di setiap
detik kehidupannya, yang Maha Mencukupi segala kekurangan, yang Maha Mendengar
setiap kata hatinya, yang menjaganya disaat terjaga dan terlelap.
Wahai
diri yang lalai, sudah cukup! Kegersangan hatimu adalah bukti akan rindu yang
tak kunjung terobati, semakin diabaikan sakit itu akan semakin menjadi-jadi.
Maka segeralah menghadap-Nya, basuhlah hatimu dengan mata air rahmat dan
kasih-Nya.
Sehingga kau dapati, hati yang
gersang kerontang perlahan menghijau dan mekar bak taman-taman surga. Lantas
kemudian, jagalah! Karna sejatinya kau akan slalu rindu, dan selalu merindu,
hingga pertemuan dengannya di keabadian. Karna kau adalah Jiwa-jiwa Perindu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar