Selasa, 10 Maret 2015

Membangun Karakter

            Membangun karakter itu mudah sejatinya apabila didukung dengan lingkungan yang berkarakter. Karakter itu sendiri sejatinya secara alami akan tumbuh seiring perkembangan dan pertumbuhan seseorang. Seseorang yang lahir di lingkungan orang-orang yang berbahasa jawa akan bisa dan mahir berbahasa jawa. Artinya adalah, pada tahap awal kehidupan seseorang yaitu dari kanak-kanak hingga remaja, apa yang ada pada seseorang adalah akumulasi pengetahuan serta respon internal orang tersebut terhadap lingkungannyan yang mencakup keluarga dan masyarakat. Baru pada tahap remaja, seseorang mulai bisa berfikir dan memilah apa yang sesuai untuknya, dan apa yang tidak sesuai untuknya. Perkembangan karakter sedikit banyak dipengaruhi oleh seberapa luas pergaulannya, dan lebih banyak dengan siapa mereka bergaul.
             Membangun karakter akan menjadi sulit apabila memulainya pada usia remaja ke atas. Seseorang yang semasa kecilnya hidup di lingkungan yang tidak berkarakter, atau berperadaban rendah, dan menghabiskan hampir seluruh masa tersebut di lingkungan itu akan mengalami kegalauan yang besar ketika bergaul dengan orang-orang yang berperadaban lebih tinggi. Dia akan merasa dirinya begitu berbeda, dia melihat betapa karakter yang ada pada lingkungan baru tersebut sama sekali baru dan tidak ada pada dirinya. Pergaulan pun menjadi canggung, dan tak jarang yang terjadi adalah lingkungan barunya tersebut meremehkan bahkan mentertawakannya karena melihat betapa rendah seseorang tersebut dimata mereka.
             Jika demikian yang terjadi,  hal pertama yang perlu dilakukan seseorang adalah, mengakui bahwa dirinya baru dan mau belajar. Kepribadian yang selama ini mengkristal, sifat-sifat yang kurang beradab yang ada tidak mungkin diruntuhkan seketika. Perlahan tapi pasti, menyisipkan nilai-nilai baru, serta membuang hal-hal yang sudah tidak berguna yang membebani kepribadiannya mutlak dilakukan. Kontinuitas lah yang akan mengubah kepribadiannya yang lama menjadi manusia baru yang berkarakter. Konsekuensinya adalah seseorang tersebut harus siap di ejek, ditertawakan dan dihina. Namun yang terpenting adalah keberanian untuk mendobrak, serta kemauan belajar yang terus-menerus untuk memungut sejengkal demi sejengkal karakter baru, menjadikannya bagian dari kepribadiannya, dan kesungguhan untuk sejengkal-demi sejengkal membuang sifat-sifat buruk, dan sifat yang kurang beradab, serta menggantinya dengan nilai-nilai karakter baru tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar